Jumat, 18 Maret 2011

[2] Ini Langkah Awalku


"Waktu tak akan pernah kembali terulang.."

Aku memang tidak pandai dalam menyusun kata, tapi aku akan berusaha untuk tetap menulis. Akan kutuliskan apa yang ada di dalam benak pikiranku dan berharap itu akan berguna untukku dan untuk semua yang membaca tulisanku. Karena sekarang aku sadar, selama ini aku telah banyak membuang waktuku. Ya waktu, kata ini memang sangat mudah diucapkan tapi tidak mudah untuk mengaturnya. Sudah lama aku mengerti begitu berharganya waktu, ia adalah harta yang sangat berharga. Ia tidak dapat ditukar dengan apapun dan tidak akan pernah kembali lagi setelah ia pergi. Bahkan Allah SWT dalam QS Al 'Ashr sampai bersumpah : "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar - benar berada dalam kerugian. Kecuali orang - orang yang beriman dan nasehat - menasehati supaya menaati kebenaran, dan nasehat - menasehati supaya menetapi kesabaran". Hal ini menunjukan betapa berharganya waktu, karena ketika Allah SWT sudah bersumpah dengan sesuatu maka menunjukan sesuatu itu adalah hal yang agung/besar.

Seorang muslim yang beruntung adalah yang bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Ia gunakan waktu yang ia miliki dengan sabaik - baiknya untuk mengumpulkan sebanyak - banyaknya kebaikan sebagai bekal ketika sidang dengan Nya kelak pada hari kiamat. Pada hari kiamat nanti Allah SWT akan menanyakan dua kali mengenai waktu yang kita habiskan di dunia, yang pertama tentang usia untuk apa kita habiskan dan kedua tentang masa muda untuk apa kita habiskan. Sangat beruntung seorang yang dengan penuh rasa gembira menyebutkan segudang kebaikan karena bisa mengatur waktunya dengan baik ketika di dunia. Pastinya kita menginginkan hal yang seperti itu bukan? Beruntunglah bagi kalian yang sudah bisa memanfaatkan waktu dengan baik.

Sayangnya aku sekarang baru sadar, sudah hampir 23 tahun aku di dunia tapi masih sangat sedikit kebaikan yang bisa kukumpulkan. Iri rasanya melihat anak kecil yang belum duduk di bangku sma tapi sudah hafiz Qur'an, masih sangat kecil tapi sudah bisa menyamatkan mahkota ketenangan untuk kedua orang tuanya kelak di hari akhir. Malu juga rasanya kalah semangat dengan para orang tua yang usianya sudah diatas kepala 5 tapi masih mau belajar membaca Qur'an. Menyesal memang, tapi aku yakin ini masih lebih baik daripada menyesal ketika sudah dihadapan Nya nanti.

Mumpung masih ada kesempatan, mulai saat ini mari kita sama - sama gunakan waktu kita sebaik - baiknya. Karena kita tidak pernah tahu sampai kapan umur kita ini kan berujung, bisa jadi Allah SWT tidak membangunkan kita lagi setelah tidur malam nanti. Mari kita hiasi sisa hidup ini dengan melakukan amalan - amalan sholeh di setiap waktu. Semoga kita menjadi seorang muslim yang beruntung karena bisa memanfaatkan waktu.

Dan semoga tulisan pertama ini bisa menjadi langkah awalku untuk bisa seperti teman - teman yang sudah menjadi sumber inspirasi bagi yang lain. Sebagai salah satu sarana saling menasehati untuk kebenaran dan menetapi kesabaran.

*catatan dari seorang yang baru tersadar sudah lama memiliki blog tapi tak pernah digunakan..

3 komentar:

  1. iyaa..malu q ma mega yang dah buanyaak tulisannya...ni q masih males2an nulis..
    makasih dah komen mega.

    BalasHapus
  2. aduh,,jd labih malu..tulisan me just coretan tak penting..hanya ungkapan tak karuan,hehe..punya njenengan lbih terarah naa..[suka baca2 tulisan anak2] :D

    BalasHapus